Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah H Rusdy Mastura menyampaikan rasa terima kasih dapat berkunjung ke Korea Selatan dalam rangka memenuhi undangan dari K-Water dan para pejabat yang hadir pada pertemuan ini adalah yang akan mendukung pembangunan PLTA Bongka Energi.
“Hari ini saya sangat senang sekali. Kenapa? Hari ini merupakan hari bersejarah bagi kami pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah karena menjadi saksi terbentuknya konsorsium antara K-Water, KIND, DL E&C dan Bongka Nova Energi,” kata Rusdy Mastura.
Di samping itu, kata Rusdy Mastura lagi, hari ini juga akan menandatangani MoU kerjasama di bidang energi antara K-Water dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. “Kita tahu bersama sekarang dunia global mendesak, mengajak, memberikan support kepada semua negara di dunia ini untuk menggeser pemakaian energi fosil dan beralih ke energi terbarukan atau energi hijau,” katanya.
Dan, hari kita akan buktikan bahwa pemerintah Sulawesi Tengah dan K-Water akan melaksanakan komitmen tersebut dengan mendukung rencana proyek pembangunan PLTA Bongka Energi dengan kapasitas 4 X 70 MW. Proyek ini akan menjadi salah satu proyek terbesar di Indonesia.
Nilai investasi pada rencana proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Bongka Kabupaten Tojo Unauna, Sulawesi Tengah, mencapai USD650 sampai USD700 juta. PLTA Bongka direncanakan berkapasitas 4 X 70 Megawatt (MW).
Rencana pembangunan PLTA Bongka ini dicapai melalui Memorandum of Understading konsosrsium antara K-water, KIND, DL E&C, dan PT Bongka Nova Energi (BNE), antara CEO K-Water Woo Seok Lee dengan Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura, di Kota Daejeon, Korea Selatan, Jumat (7/10/2022).
Setelah dilakukan penandatangan Memorandum of Understading (MoU), antara K-water, KIND, DL E&C, dan PT Bongka Nova Energi (BNE), selanjutnya sedang dibicarakan beberapa hal untuk langkah berikutnya termasuk status pembiayaan.
“Sedang dibicarakan,” kata Tenaga Ahli Gubernur, Ridha Saleh, Sabtu (8/10/2022).
Laporan :TIM