BANGGAI, Kabar Selebes – Jelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXIX tingkat Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), digelar pawai Ta’aruf oleh para kafilah dari sejumlah daerah.
Pawai Ta’aruf diikuti sejumlah daerah kabupaten/kota se-Sulteng, serta sebanyak 23 kecamatan. Dilakukan sebagai acara pertama pelaksanaan MTQ XXIX, pada Jum’at (22/07/2022) petang.
Kafilah Morowali memimpin pawai Ta’aruf dengan iringan musik khas daerah ‘Ndengu-ndengu. Dikawal oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Yusman Mahbub, bersama Staf Ahli Bidang Kesejahteraan Rakyat Abd Malik Hafid dan Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Amin Cega.
Tradisi khas Ndengu-ndengu adalah tradisi membangunkan orang untuk sahur di bulan suci ramadhan. Secara turun temurun dilakukan warga Bungku.
“Ndengu-ndengu adalah musik tradisi yang dimainkan dari seperangkat alat, seperti gong, ganda otolu (tiga gong kecil), dan simbal,” kata Sekda Morowali, Yusman Mahbub.
Pada pawai Ta’aruf itu, kafilah Morowali juga menampilkan ikon daerah Tepe Asa Moroso, yaitu Masjid Tua dan Masjid Agung serta pakaian adat To Bungku.
Pawai Ta’aruf dilepas secara langsung oleh Bupati Banggai, Amiruddin Tamoreka. Pawai Ta’aruf juga diikuti oleh seluruh etnis di Kabupaten Banggai. Dimulai dari kilometer lima (KM5) pada pukul 14.00 wita, dan berakhir di masjid Agung An-Nur Luwuk pada pukul 16.00 wita.
Sementara itu, kafilah Morowali Utara (Morut) sangat antusias mengikuti pawai Ta’aruf. Menggunakan kendaraan hias yang ditata sesuai kondisi daerah.
Kabag Kesra Morut, Bahardin Sakaria, mengaku sangat senang dengan penampilan khafilah Morut dalam pawai Ta’aruf yang digelar.
“Pawai Ta’aruf ini sukses dan membanggakan,” kata Bahardin Sakaria.
Menurut Panitia Penyelenggara, bahwa pawai Taaruf berlangsung aman dan lancar. Menempuh jarak sepanjang 8,4 kilometer. Diikuti 126 kendaraan hias dari 13 kabupaten/kota.
“Diitambah utusan semua kecamatan se-Kabupaten Banggai, serta beberapa paguyuban Jawa, Gorontalo, Toraja dan Kawanua,” ujar Panitia Penyelenggara.
Sebelum melepas peserta pawai Ta’aruf, Bupati Banggai, Amiruddin Tamoreka mengatakan, bahwa pawai yang digelar merupakan wujud ekspresi sukacita dalam penyelenggaraan MTQ XXIX.
Pawai Ta’aruf adalah wahana bagi semua khafillah dalam menunjukkan kreasi inovatif dan konstruktif untuk memberikan semangat kepada semua peserta MTQ.
“Saya berharap pawai Ta’aruf ini akan meningkatkan ukhuwah Islamiyah antara pemerintah dan masyarakat dan antarsesama masyarakat, serta menjadi ajang syiar tentang ajaran Islam yang damai dalam menjaga toleransi,” harap Amiruddin Tamoreka.
Sesuai rencana, bahwa MTQ ke-XXIX akan dibuka Gubernur Sulteng, Rusdy Mastura, pada Sabtu 23 Juli 2022 malam. (kif/mcdj/ahl)
Laporan: Ahyar Lani