KOLONODALE, Kabar Selebes – Wakil Bupati Morowali Utara (Morut) H. Djira K menegaskan sepuluh program pokok PKK sangat sesuai dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Morut yakni bagaimana mewujudkan masyarakat Morut yang Sehat, Cerdas, dan Sejahtera (SCS).
“Karena itu, posisi dan peran ibu-ibu sangat penting dalam mewujudkan visi dan misi ini,” jelas Wabup.
Penegasan itu disampaikan Wabup Morut saat membuka Rapat Konsultasi (Rakon) Tim Penggerak PKK Kabupaten Morowali Utara di Ruang Pola Kantor Bupati Morut di Kolonodale, Selasa (23/11/2021).
Acara tersebut dihadiri Ketua TP PKK Morut Febriyanthi Hongkiriwang DJ Hehi, Wakil Ketua TP PKK Widyawati Malla, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta undangan lainnya.
Rakon PKK ini diikuti semua pengurus tingkat kabupaten, kecamatan dan sejumlah pengurus PKK tingkat desa. Total peserta mencapai 180 orang.
Wabup Djira yang saat itu mewakili Bupati Morut Delis Julkarson Hehi dengan lancar menyebut sepuluh program pokok PKK tersebut. Ia bahkan sempat berseloroh jangan sampai ada ibu-ibu yang tidak hapal sepuluh program PKK tersebut.
“Saya saja mahir, bahaya kalau ada ibu-ibu tidak bisa hapal ini program,” katanya, disambut tawa ibu-ibu PKK.
Wabup menegaskan sepuluh program pokok PKK sangat selaras dan sesuai dengan visi misi pemerintah daerah saat ini yakni mewujudkan masyarakat Morut yang sehat, cerdas, dan sejahtera.
Untuk merealisasikan visi misi tersebut, di bidang pendidikan Pemda Morut sudah akan mencairkan pemberian bantuan beasiswa pada bulan Desember mendatang kepada para mahasiswa yang sudah melengkapi dokumennya.
Selain itu, di bidang kesehatan kini sedang giat-giatnya pemberian BPJS Kesehatan secara gratis kepada masyarakat.
Pemda juga sudah menetapkan alokasi anggaran sebesar Rp 300 juta tiap desa yang akan disalurkan pada tahun anggaran 2022.
Menurut Wabup, sesuai penyampaian visi misi pasangan DIA (Delis-Djira) pada masa kampanye Pilkada Morut lalu, dana Rp 300 juta itu adalah bantuan untuk modal usaha kelompok perempuan sebesar Rp 100 juta, kelompok pemuda Rp 100 juta dan kelompok tani/nelayan/ternak Rp 100 juta.
“Pemerintah daerah sangat berharap kiranya ibu-ibu PKK turun membantu dan mengontrol penyaluran bantuan dana Rp 300 juta tersebut setiap desa,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Wabup Djira juga menyorot tentang pelaksanaan program vaksinasi di Morut. Menurutnya, program ini harus terus dikawal dan disukseskan.
Wabup mengemukakan, Morut sempat menduduki peringkat kedua se Sulawesi Tengah pelaksanaan vaksinasi. Ini juga dibuktikan dengan menurunnya secara drastis angka korban Covid-19.
“Saya mau katakan, bahwa ibu-ibu PKK ikut berperan dalam penanganan Covid-19 selama ini. Ke depan, kita juga berharap agar ibu-ibu dan semua komponen masyarakat tetap serius mensukseskan pelaksanaan vaksinasi dan upaya pencegahan bahaya virus Corona,” tambah Wabup Djira.
Sementara itu, Ketua TP PKK Morut Febriyanthi Hongkiriwang DJ Hehi mengharapkan agar rapat konsultasi ini dapat melahirkan ide dan gagasan yang dapat disinergikan dengan visi dan misi Bupati/Wabup Morut melalui sinergitas dan kemitraan dengan OPD (Organisasi Perangkat Daerah).
“Dengan segala kerendahan hati, kami meminta kepada para pimpinan OPD terkait agar menjadi mitra kerja melalui sinergitas program PKK yang dapat mendukung kerja Pemda Morut,” harapnya.
Ia juga berterima kasih kepada peserta Rakon kali ini yang turut dihadiri pengurus PKK tingkat kecamatan dan desa.
“Saya selaku Ketua TP PKK Kabupaten Morut sangat bangga kepada ibu-ibu sekalian yang datang dari jauh, membuang waktu, tenaga dan biaya untuk mengikuti rapat penting ini,” kata istri Bupati Morut tersebut.
Setelah acara pembukaan dilanjutkan dengan pemaparan beberapa pimpinan OPD terkait.
Ketua Panitia Pelaksana Sarmoli N. Patinggi, S.Pd melaporkan Rakon PKK ini juga dirangkaikan dengan jambore kader PKK se Kabupaten Morowali Utara. (Ale/Ryo/Ope)